Allah Walinya Orang Beriman

Allah Walinya Orang Beriman

Allahu waliyyulladzina amanu…

Allah itu walinya orang-orang yang beriman. Dia adalah pelindung, penolong, pemenuh kebutuhan, pemenuh keperluan, penjaga, dan sederet lagi maksud lain dari kata-kata “waliyy”.

Nah, tinggal kitanya, beriman tidak? Dan seberapa kuat iman kita?

Kadang, untuk urusan sepiring nasi dan segelas teh manis saja, yang lebih kita percayai bukan Allah, melainkan uang, ikhtiar, kenalan, saudara, peluang, kesempatan, atasan, sahabat, ilmu, perasaan, dan otot. Itu semua yang lebih kita imani daripada Allah. Akhirnya, kita mengandalkan selain Allah. Padahal, Allah telah berfirman sebagai berikut.

“… dan orrmg-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar, mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu ….” (Q.S Fathir, 35: 13 – 14)   

Saya sering bertanya kepada jamaah dan kepada diri  saya, “Siapa Tuhan saya? Siapa Tuhan Anda semua? “ Tentu  kita akan menjawab, “Allah.” Padahal, jawaban itu tidak  murni. Kita masih mengadakan tuhan yang lain bersama Allah. Pada saat menyebut Allah, kita pun meyakini bahwa tanpa uang, kita tidak akan bisa apa-apa; tanpa ikhtiar, tidak bisa apa-apa. Terkadang ikhtiar bukan lagi sekedar menjadi ibadah, melainkan juga sudah merjadi tuhan. Padahal Allah mengatakan dalam hadits Qudsi kepada Nabi Musa a.s. sebagai berikut.

“Wahai Musa, andai seekor lalat hinggap di hidungmu, itu adalah atas izin-Ku.”

Kemudian, Allah berfmnan. “Mintalah kepada-Ku. wahai Musa ….” Minta  apa? Minta supaya Allah mengangkat Lalat itu, mengusir lalat itu, membuatnya terbang dari hidung Nabi Musa a.s. Subhanallah … bahkan untuk urusan sesepele itu pun, Allah mengingatkan bahwa Dialah Yang Mahakuasa membereskannya.

Sejatinya, hal itu memang bukan perkara sepele. melainkan perkara keimanan, keyakinan kepada Allah. Keyakinan tersebut yang akhimya membuat Nabi Musa a.s. mampu mengalahkan Fir’aun dan tentaranya.

Sesugguhnya pada cerita itu benar-benar terdapat tanda bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Maka dari itu, yakinlah bahwa Allah bisa membantu hamba-Nya dengan cara-Nya. Bahkan, dengan cara yang sungguh dahsyat sekaIipun, seperti ketika Allah menolong Nabi Musa dan kaum- nya dengan membelah laut menjadi daratan. Nabi Musa dan kaumnya pun berhasil menyebrangi laut dengan selamat. Setelah itu, AlIah mengembalikan keadaan laut seperti semula tepat ketika Fir’aun dan kaumnya sedang berada di tengah laut. Fir’aun dan para pengikutnya pun tenggelam. Padahal, jalan yang dilalui mereka sama. Itulah kekusaaan AlIah yang luar biasa. Subhanallah.

 

Sumber : Buku Haji Gratis, “semua bisa ke Baitullah” (M. Anwar Sani dan Yusuf Mansur)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *