Uncategorized

Tangisan Pertama Ku

(Oleh: dhyy, Jamaah SYIAR 5 April 2018) Kalau ada pertanyaan, berapa kali aku menangis saat di madinah? jawabnya belasan kali. Tapi kalau ditanya kapan dan dimana tangisan pertamaku? Sebentar lagi akan ku ceritakan. “Para tamu Allah yg dimuliakan oleh Allah SWT, saat ini kita telah masuk di tanah haram, maka perbanyaklah berdzikir dan hindari perkataan serta hati yang tidak baik” demikianlah kira2 pesan salah seorang di kursi depan bus kami, yang kemudian saya ketahui sebagai muthowif kami. Seketika, ada perasaan syukur [...]

Read more...

Aku Tak Sebaik Bunda Hajar

“Suamiku pelit…” Aku membatin ketika menerima uang darinya untuk pertama kali. “Ini untuk adik, ini untuk mas, sisanya kita tabung walau sedikit.” Waktu itu aku diam saja biar dianggap qanaah dan istri sholehah. Terlebih ketika dia tidak setuju aku bagi-bagi angpau lebaran sama anak-anak kecil. Menurutnya itu tradisi yang kurang mendidik. Memberi hadiah saja pada orang tuanya, itu lebih baik. Lagi-lagi aku turuti walau menggerutu dalam hati. “Suamiku ngirit…” Aku mulai menerka-nerka ketika pengantin baru aku diajaknya mudik naik bis ekonomi. Alasannya [...]

Read more...